Hari Minggu, waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi. Namun ratusan orang nampak penuh semangat berkarnaval, berjalan kaki dari gerai Yoshinoya Kemang menyusuri Jl. Kemang Raya, menuju Synthesis Residence Kemang. Berasal dari berbagai komunitas, seperti Yayasan Pulung Pinasti, Head-Heart-Hands-Health Indonesia, Alestra, Jakarta Goes Pink, dan tentunya Synthesis Development selaku pengembang Synthesis Residence Kemang, mereka menyampaikan pesan untuk mengurangi penggunaan sedotan, sebagai dukungan kepada kampanye Jakarta Tanpa Sedotan yang diinisiai oleh label fashion NES.

null

Meski terlihat sepele, sedotan ternyata menjadi penyumbang terbesar sampah di Indonesia. Berdasarkan data Divers Clean Action, setiap harinya mencapai 93 juta batang sedotan. Itu mengantarkan Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam daftar negara penghasil sampah plastik ke laut pada tahun 2015, di bawah Cina. Menurut hasil penelitian ahli lingkungan Jenna R. Jambeck, per tahun Indonesia menyumbang hingga 1,29 juta metrik ton sampah plastik yang berakhir ke lautan. Duh, bikin malu!

null

Karena itu, Helen Dewi Kirana sang pendiri NES mengajak masyarakat untuk tak lagi menggunakan sedotan plastik yang umumnya hanya sekali dipakai kemudian dibuang. “Mulai hari ini kita buang kebiasaan menggunakan sedotan plastik,” ia menyerukan di acara Karnaval @ Kemang – Jakarta Tanpa Sedotan, Minggu (16/09). “Mulai dari diri sendiri, kemudian kabarkan kepada orang-orang terdekat dan lebih luas lagi,” tambahnya, “agar Indonesia bebas dari sampah plastik sedotan satu kali pakai.”

Hari itu, area outdoor Synthesis Residence Kemang diramaikan pula oleh aneka booth, seperti booth kuliner, fashion, craft, dan sebagainya yang turut mendukung acara ini, serta pementasan tari juga musik. Synthesis Residence Kemang pun tak ketinggalan membuka booth yang membagikan gratis sedotan istimewa, terbuat dari stainless steel, lengkap dengan sikat pembersihnya serta pouch cantik, sebagai salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan sedotan sekali pakai.

null

Imron Rosyadi, Property Investment Advisor Synthesis Development, mengungkapkan, “Penggunaan sedotan terbanyak, kan, antara lain di kafe dan restoran, yang kalau ditelisik, cukup banyak berada di kawasan Kemang.” Dirinya melanjutkan, “Karena itu Synthesis Development mendukung pelaksanaan kegiatan kampanye Jakarta Tanpa Sedotan di Synthesis Residence Kemang. Kami memiliki komitmen untuk membangun kawasan Kemang, termasuk lingkungannya, menjadi lebih baik lewat hadirnya Synthesis Residence Kemang.”

Berkontribusi bagi lingkungan memang telah menjadi komitmen Synthesis Development sebagai perusahaan properti. Seperti dikemukakan oleh Fianty R. Gosal, Project and Operation Director Synthesis Development, “Selama ini beberapa implementasi sudah kami lakukan, di antaranya berkolaborasi dengan sebuah lembaga untuk mengolah limbah vinyl bekas materi promosi menjadi produk bernilai.”

Ia melanjutjkan, “Kami juga berkolaborasi dengan kelompok ibu-ibu di Bogor untuk mengolah koran dan kertas bekas sampah kantor menjadi suvenir. Ketika Synthesis Development memberi bingkisan kepada customer maupun partner, kami pun berupaya memilih produk yang punya nilai dan efek positif dari sisi sosial serta lingkungan.

“Selain itu, pada beberapa gedung milik Synthesis Development terdapat vertical garden pada eksteriornya. Ini sebagai upaya sederhana untuk berperan serta dalam menghadirkan asupan oksigen di Jakarta,” pungkasnya.

X