Tidak hanya sebagai kesempatan untuk bersilaturahmi, para pegawai dan eks dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga menggunakan ajang buka puasa bersama sebagai sarana komunikasi membahas isu-isu seputar perumahan.

Berada di bawah naungan Direktorat Jendral Cipta Karya yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur, terutama rumah, mereka aktif menyumbang masukan seputar hunian. “Kita juga membantu memberikan pokok-pokok pikiran kepada penentu kebijakan,” tutur Lukman Hakim, Staf Ahli Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Jumat (24/05) di Pendopo Arjuna Synthesis Residence Kemang.

Begitu pula dengan mereka yang sudah purnabakti. “Sebagian meski sudah pensiun tapi masih aktif, baik sebagai narasumber maupun widyaiswara (pengajar pada diklat),” sambungnya. “Masukan mereka tentang rumah tetap diharapkan.”

Isu seputar apartemen, sebagai jenis hunian yang tengah tren belakangan ini, tak ketinggalan dibahas. “Ini merupakan satu pokok bahasan yang masih perlu digarap,” jelas Lukman, “karena sampai sekarang Peraturan Pemerintah tentang rumah susun dan apartemen belum sepenuhnya selesai.”

Dirinya memahami bahwa dari sisi pengembang saat membangun proyek tentu ingin aman, sesuai prosedur, dan tidak ada konflik dengan pemerintah. “Sementara undang-undang untuk rumah susun dan apartemen masih banyak dipertanyakan,” ungkapnya. Padahal, “Di Indonesia kebutuhannya masih terlampau besar dibanding ketersediaan.”

Karena itulah dirinya merasa perlu juga mengundang para eks pegawai Kementrian PUPR dalam acara yang digelar di proyek apartemen karya Synthesis Development ini. “Meski sudah purnabakti tapi kita masih komunikasi, dan mereka masih concern karena banyaknya tantangan,” terang Lukman. “Dan di PUPR kita masih membutuhkan banyak orang yang punya keahlian perumahan, jadi mereka masih suka dimintai advise.”

Dari acara buka puasa bersama ini diharapkan berlanjut kepada komunikasi yang lebih intensif, demi melahirkan jawaban akan tantangan-tantangan seputar hunian di Indonesia yang masih sangat besar.

X