Synthesis Residence Kemang mengusung hunian bertemakan etnik lokal modern sesuai dengan budaya Jawa dengan sentuhan Batik Kawung dan Pendopo Rumah Joglo.
Managing Director Synthesis Residence Kemang, Julius Warouw dalam penjelasannya di Jakarta, Senin, kehadiran Synthesis untuk menjawab hunian modern namun dengan sentuhan desain budaya lokal yang sekarang ini jarang ditemui.
“Jika selama ini batik identik dengan pakaian, apartemen ini memberikan motif Batik Kawung di sisi interior dan eksteriornya. Nuansa Jawa juga dirasakan ketika berada di Rumah Joglo yang menjadi lobi utama dari dua tower kembar, Nakula dan Sadewa. Melengkapi nuansa etnik, di depan Rumah Joglo terdapat patung Bancak Doyok yang merupakan karya pematung Wahyu Santosa,” jelasnya.
Pembangunan proyek yang telah mendapatkan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) Nomor 007/5.7/31/-1.711.534/2015 untuk membangun hunian bertingkat di kawasan Kemang ini, mempunyai proses yang sama sebagaimana dalam pembuatan Batik Kawung.
“Sejak pertama kali, kami sangat hati-hati dalam menetapkan desain demi kenyamanan penghuni, ada sentuhan emosional di situ. Tujuannya, apartemen ini membuat betah bagi orang yang tinggal di dalamnya, dengan salah satu nilainya adalah privasi,” kata Julius.
“Sejalan dengan pertumbuhan hunian, konsumen merindukan suasana kultural yang hadir di sekeliling mereka, dengan suasana kedaerahan yang membawa fase hidup seimbang antara modernisasi tanpa menanggalkan budaya,” tambahnya.
“Synthesis Residence Kemang berada di kawasan yang identik dengan seni dan tradisi di tengah kota Jakarta. Hasl ini menjadi point of interest yang ditawarkan kepada konsumen,” tambahnya.
Julius menjelaskan, proyek apartemen strata title yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare dengan total hunian 1.188 unit.
Apartemen dengan tiga tower yang dinamakan tokoh pewayangan Arjuna, Nakula, dan Sadewa ini, juga memiliki lahan terbuka hijau yang dilengkapi dengan Taman Tirta Astana.
Di dalam Tirta Astana sendiri, kata Julius, terdapat berbagai fasilitas seperti kolam renang, kolam kesehatan, taman utama, kolam renang anak, arena bermain anak, area barbeque, ruang makan, dan ruang baca.
“Semua fasilitas tersebut dapat dinikmati oleh penghuni yang disesuaikan dengan kebutuhan. Seolah-olah, penghuni yang tinggal akan nyaman seperti bangsawan Jawa yang tinggal turun dan bisa bersantai menikmati taman dan beragam fasilitasnya,” ungkap Julius
Selain taman, kata Julius, fasilitas lain juga ditawarkan oleh apartemen ini seperti, pusat kebugaran, lintasan lari, area komersial (cafe, resto, laundry, minimarket, dan salon).
“Teras Srikandi ini merupakan konsep symbiotic development, dimana penghuni dapat menikmati quality time, ngopi, hang out dan lain sebagainya,” papar Julius.
Menyoal alasan konsep etnik dan unsur heritage yang dipilih, Julius menyatakan, saat ini kebanyakan orang rindu dengan sesuatu yang tradisional. “Terlebih lagi, kedua unsur tersebut saat ini telah menjadi tren masyarakat kelas atas di Tanah Air,” tambahnya.
Sumber : https://banten.antaranews.com/berita/28989/synthesis-usung-hunian-bertemakan-etnik-modern

X