Di satu sisi, pandemi Covid-19 memang telah meluluhlantakkan perekonomian dunia sekaligus menjatuhkan mental manusianya. Tapi di sisi lain tanpa kita sadari, pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini melatih kita untuk menjalani hidup berkelanjutan atau sustainable living. Tentu saja ini merupakan kebiasaan yang baik dan perlu dipertahankan seterusnya meski pandemi sudah berlalu.

Menjaga kesehatan

Kita tahu, begitu kita dilanda pandemi, maka kebiasaan hidup kita pun menjadi berubah. Lahirlah masa adaptasi kebiasaan baru alias new normal. Di masa ini kita mau tidak mau mulai memperhatikan kesehatan agar terhindar dari infeksi virus Corona. Maka, olahraga dan mengonsumsi makanan sehat pun menjadi tren. Olahraga di area terbuka hijau menjadi favorit, begitu juga makanan organik.

Bekerja dari rumah

Kegiatan bekerja dari rumah atau work from home juga memunculkan kebiasaan lain, seperti tidak membeli baju-baju yang tidak perlu karena masih bisa memanfaatkan baju kerja yang ada. Dengan bekerja dari rumah kita juga cenderung mengurangi jajan di luar yang biasanya membuat kalap dengan memakan apa saja. Dengan makan di rumah, maka asupan gizinya pun bisa lebih terjaga.

Pembatasan sosial

Adanya pembatasan sosial juga menahan kita untuk bepergian keluar rumah. Dengan demikian kita sudah ikut mengurangi jejak karbon sehingga udara pun lebih bersih. Kalaupun keluar rumah untuk makan atau berbelanja misalnya, kita cenderung mengurangi sampah plastik dengan membawa peralatan makan, botol minum, dan tas belanja sendiri. Jelas, selain ramah lingkungan, kebiasaan ini juga bisa meminimalisir penularan virus, karena kita tahu virus bisa menempel pada benda-benda yang kita tidak tahu asal usul atau riwayat penggunaannya.

Kembali ke alam

Pandemi Covid-19 juga memunculkan tren hobi memelihara tanaman hias. Rumah kita pun jadi lebih cantik dengan tanaman-tanaman hijau yang salah satu fungsinya adalah untuk mengurangi polusi udara.

Penggunaan internet

Internet sangat mendukung pekerjaan kita yang dilakukan rumah. Pengiriman laporan kerja cenderung dilakukan secara online. Begitu pula penyimpanan berkas-berkas dilakukan dengan memanfaatkan komputasi awan (cloud computing) sehingga bisa diakses juga oleh rekan kerja kita yang bekerja di rumah masing-masing. Dengan begitu kita sudah mengurangi penggunaan kertas.

Semua perubahan perilaku ini tentu menjadi blessing in disguise di tengah pandemi. Berkah tersembunyi yang sangat baik untuk dibiasakan dan dipertahankan, karena sangat berguna tak hanya buat diri kita tapi juga buat ‘rumah’ kita, bumi tercinta.

X