Mewujudkan hunian impian dengan lanscape dan fasilitas “wah” yang membuat penghuni merasakan suasana ‘home’ yang sesungguhnya memang tidak mudah.

Rerata khususnya hunian vertikal yang kini muncul di berbagai area strategis di Jakarta tampil dengan design modern Asia hingga Eropa yang begitu memanjakan mata dan super ekslusif, tanpa ada sentuhan nilai lokal Indonesia yang sejatinya memberi warna lebih universal.

Sejalan dengan pertumbuhan hunian, penikmat properti merindukan suasana kultural untuk hadir di sekeliling mereka. Pencari hunian merindukan suasana kedaerahan yang membawa fase hidup seimbang antara modernisasi tanpa menanggalkan budaya. Maka, Synthesis Development menghadirkan hunian vertikal dengan konsep yang sarat khas budaya Indonesia, tanpa meninggalkan kemajuan fasilitas jaman ‘now’ yang sejatinya menjadi kebutuhan masyarakat.

Proyek prestisius itu adalah Synthesis Residence Kemang yang berlokasi di Jl. Ampera Raya No.1 A. Di sebuah kawasan yang identik dengan seni dan tradisional di tengah kota. Di daerah ini, baik penduduk ataupun wisatawan dapat menemukan berbagai kuliner, hiburan, hingga galeri seni yang siap untuk disinggahi di kawasan Kemang.

Etnik Modern

Dibangun di atas lahan seluas 2 hektar, Synthesis Residence Kemang memberikan nuansa mewah dan mengangkat budaya Jawa. Julius J. Warouw, Managing Director Synthesis Residence Kemang dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa budaya Jawa dengan nilai universal ditunjukan melalui konsep arsitektur di eksterior dan interior yaitu adanya sentuhan batik kawung, pendopo rumah Joglo.

Menurut Julius, jika selama ini batik identik dengan pakaian, apartemen ini memberikan motif Batik Kawung di sisi interior dan eksteriornya. Nuansa Jawa juga dirasakan ketika berada di Rumah Joglo yang menjadi lobi utama dari dua tower kembar, Tower Nakula dan Tower Sadewa. Untuk melengkapi nuansa etnik, di depan Rumah Joglo terdapat Patung Bancak Doyok, karya pahatan pematung Wahyu Santosa.

Apartemen yang memiliki tiga tower bernama Arjuna, Nakula, dan Sadewa, memiliki lahan terbuka hijau dilengkapi dengan taman Tirta Astana. “Seolah-olah para penghuni yang tinggal akan nyaman seperti bangsawan Jawa yang tinggal turun dan bisa bersantai menikmati taman dan beragam fasilitasnya,” ungkap Julius.

Di dalam Tirta Astana terdapat Amerta – Swimming Pool, Prasanti – Yoga Pavilion, Ananta – Reflecting Pool, Astaka – Main Gazebo, Pranala – Children Swimming Pool, Dewari – Children Playground, Nismara – Barbeque Area, Samboga – Dining Pavilion, dan Aksara – Reading Pavilion. Semua fasilitas tersebut dapat dinikmati oleh penghuni yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain taman, fasilitas lain juga ditawarkan oleh apartemen ini, seperti gym, jogging track, dan area komerisal yang dilengkapi dengan cafe, restoran, laundry, minimarket, dan salon yang dibangun di kawasan komersial 3 lantai bernama Teras Srikandi. “Teras Srikandi ini merupakan konsep symbiotic development, dimana penghuni menikmati quality time, ngopi, dan lain sebagainya,” imbuhnya

Alasan konsep etnik dan berunsur heritage Indonesia ini dipilih karena saat ini orang-orang rindu dengan sesuatu yang tradisional. Etnik dan heritage inilah akan digemari oleh masyarakat asing, yang kini juga telah menjadi tren masyarkat kelas atas di Tanah Air.

Julius bercerita, ketika memulai desain Synthesis Residence Kemang di 2014 silam, ada sebuah pemikiran bahwa untuk menghadirkan sebuah apartemen, tidak semata menonjolkan bright wall, tetapi harus ciptakan sesuatu yang mempunyai ikatan emosialnya. Karena itu muncullah filosofi Batik Kawung yang biasa dikerjakan secara manual dan harus presisi, dengan proses yang butuh kesabaran, sampai jadi menjadi produk yang dinikmati oleh semua orang.

Pembangunan Synthesis Residence Kemang mempunyai proses yang sama sebagaimana dalam pembuatan Batik Kawung. “Bahwa dari pertama-tama kita punya carefully design untuk kenyamanan penghuni, ada sentuhan emosional di situ.”

Tujuannya, Synthesis Residence Kemang harus menjadi ‘home’ bagi orang yang tinggal di dalamnya. Home, salah satu nilainya adalah privacy. “Pada waktu di luar rumah, kita bisa mengatur pola bicara, pola bertindak untuk membuat image di luar itu. Tetapi begitu di rumah, totally kita menjadi diri sendiri yang selengkapnya. Nah transisi ini bisa terjadi karena ada privacy di dalam situ. Karena itu, konsep apertemen harus menandakan privacy dengn kental,” jelasnya.

null

“ketika memulai desain Synthesis Residence Kemang, ada sebuah pemikiran bahwa untuk menghadirkan sebuah apartemen, tidak semata menonjolkan bright wall, tetapi harus ciptakan sesuatu yang mempunyai ikatan emosialnya. Karena itu muncullah filosofi Batik Kawung yang biasa dikerjakan secara manual dan harus presisi, dengan proses yang butuh kesabaran, sampai jadi menjadi produk yang dinikmati oleh semua orang.” Julius Warouw, Managing Director Synthesis Development.

X