Kain dengan beraneka motif cantik selalu bikin Anda para wanita terkagum-kagum? Bagaimana jika kali ini Anda dapat membuatnya sendiri, pastinya lebih seru, kan? Nah, dalam rangka merayakan Hari Kartini, Sabtu (21/04), Synthesis Residence Kemang bersama label fashion NES by HDK mengajarkan cara yang unik dalam menciptakan motif cantik pada helai kain lewat Shibori Workshop.

null

Shibori tak lain merupakan teknik ikat-celup (tye-dye) asal Jepang, yang mengombinasikan berbagai teknik sederhana seperti melipat, mengikat, memelintir, hingga menjahit kain untuk mendapatkan corak yang cantik ketika dicelup ke dalam cairan pewarna.

“Namun sebenarnya teknik ikat-celup juga sudah dikenal di Indonesia sejak dulu kala. Shibori itu seperti batik,” ungkap Helen Dewi Kirana, desainer pemilik label NES by HDK di sela workshop. Karena itulah dirinya berinovasi dengan mengawinkan shibori dengan teknik pewarnaan pada kain batik. “Di-combine supaya punya nilai yang lebih kaya,” lanjutnya. “Teknik ikatnya dari Jepang tapi pewarnaannya menggunakan teknik mewarnai batik asli Indonesia.”

null

Workshop yang menarik banyak minat ini berlangsung sangat akrab sekaligus hangat. Lebih dari 30 peserta tak segan-segan lesehan di lantai Marketing Gallery Synthesis Residence Kemang sembari memerhatikan cara-cara yang helen ajarkan dan mulai berkreasi dengan bakal corak mereka sendiri.

Di antara peserta ada aktris Ira Wibowo yang ternyata seorang NES lover (sebutan bagi penggemar NES by HDK). “Sebenarnya saya memang penggemar NES, baik itu shibori-nya maupun style-nya,” ujar Ira yang hari itu mengenakan busana dari kain tenun khas Baduy karya NES by HDK. “Jadi, saya senang bisa ikutan acara ini. Apalagi kita juga diajarkan berbagai teknik shibori.”

null

Selain mengajarkan tentang pengaplikasian teknik, Helen juga meceritakan filosofi di baliknya. Salah satu contohnya adalah teknik shibori yang dikenal sebagai Arashi. Nama tersbut diambil dari nama sebuah desa di Jepang. “Suatu hari desa tersebut terkena badai,” ia mulai bercerita. “Air dari hujan badai yang ada di jendela rumah-rumahnya kemudian menimbulkan inspirasi untuk motif kain.”

Tapi yang paling menarik dari shibori bisa dibilang sisi kejutannya. Sebab, berbeda dengan menggambar corak pada kain, kita tidak dapat mengetahui secara pasti motif seperti apa yang kita hasilkan sebelum membuka ikatan, lipatan, atau pelintiran kain yang telah dicelup satu maupun beberapa warna. Maka ketika saat itu tiba…. voila! Menakjubkan!

X