Bagi ‘keluarga besar’ Synthesis Development, Airmas Asri bukan nama baru yang dikenal dalam satu-dua tahun terakhir. Jauh sebelum itu, kerjasama Synthesis Development dan Airmas Asri telah terjalin dan menghasilkan banyak produk ikonik berkualitas. Sebut saja The Lavande Residence di Tebet, Jakarta Selatan, Kalibata City hingga proyek monumental Balai Sarbini di bilangan Semanggi. “Kini kami diikutsertakan lagi untuk Synthesis Residence Kemang” ujar Project Manager Airmas Asri untuk Synthesis Kemang Residence, Hilman Adi.

Pantas saja Synthesis Development kembali melirik Airmas Asri untuk terlibat dalam pengerjaan proyek Synthesis Residence Kemang. Kualitas kinerja Airmas Asri sebagai sebuah firma arsitektur di Indonesia bahkan kawasan regional tak perlu diragukan lagi. Pada bulan Mei 2017, misalnya, Airmas Asri untuk kesekian kalinya berhasil menyabet penghargaan dari BCI Asia sebagai Top 10 Architect Firm tahun 2017. Prestasi serupa tercatat telah sukses dibukukan Airmas Asri selama tujuh tahun berturut-turut. Tak hanya catatan penghargaan, proyek yang tengah digarap Airmas Asri yang tersebar hingga ke mancanegara juga menjadi bukti lain kualitas perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1988 itu. “Beberapa proyek kami ada di Oman, lalu ada juga di Malaysia. Ada beberapa lagi yang lain. Bentuknya macam-macam, ada residensial, office, apartemen dan sebagainya. Namun keahlian kami secara spesifik adalah bangunan high-risk,” tutur Hilman.

Proyek Synthesis Residence Kemang

Berbincang mengenai proyek pengerjaan Synthesis Residence Kemang, Hilman menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survey dan analisa secara mendalam terkait lokasi proyek yang disebutnya sangat ‘unik’ dan menantang. Salah satunya adalah bagian depan lokasi yang langsung bersentuhan dengan jalan besar, namun di saat yang sama ada jalan lebih kecil di samping lokasi. “Jadi bisa dibilang proyek ini memiliki dua sisi perwajahan sekaligus, yaitu yang sifatnya public space dan secara bersamaan juga punya private area. Ini jelas menantang secara konsep arsitektur,” ujar rekan Hilman dalam proyek Synthesis Residence Kemang.

Dari kondisi lokasi yang sangat unik tersebut, Gladisena Perantama, Architect Airmas Asri, menjelaskan, tim Airmas Asri pun memisahkan konsep privat yang diterapkan pada dua tower di belakang dan konsep yang lebih public di tower paling depan. Sedangkan untuk tema arsitektur yang dipilih, kami sepakat mengangkat Javanese Etnic untuk ‘mewarnai’ proyek Synthesis Residence Kemang. Pilihan itu didasarkan pada perkembangan dunia arsitektur dalam 10 tahun terakhir yang memang lebih mengedepankan unsur lokal, baik itu di level akademis maupun hingga level praktis. Hal ini juga sesuai dengan suasana di Kemang yang sangat kental nuansa etnik, khususnya etnik Jawa bergaya Keraton Jogja. “Jadi ini perpaduan yang pas. Kalangan ekspatriat dan calon buyer lain secara keseluruhan sesuai analisa kami juga lebih menyukai unsur-unsur etnik lokal ketimbang nuansa luar (negeri), seperti Eropa dan Mediterania,” ungkap Sena.

 

X